Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

RINGKASAN MATERI ( Tekanan Zat Padat, Cair dan Gas ) kls VIII

Definisi Tekanan
Tekanan merupakan suatu ukuran yang terdiri dari besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda untuk setiap satu satuan luas permukaan bidang tekan. Tekanan dapat dinotasikan sebagai simbolp (pressure). Satuan tekanan yang lain adalah pascal (Pa) dan bar.

Tekanan pada Zat Padat

tekanan pada suatu zat padat dapat dinyatakan sebagai gaya per satuan luas penampang. Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan sebagai berikut.

dengan:                                                          p = f/a
p = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas bidang tekan (m2)

Contoh soal
Sebuah truk mempunyaii delapan roda berisi 2,5 ton muatan dan akan melintasi jembatan. luas permukaan bidang sentuh roda dengan permukaan jalan seluruhnya adalah 400 cm2. Berapakah tekanan yang dialami setiap ban?
Penyelesaian:
Diketahui:    m  = 2,5 ton = 2500 kg
A   = 400 cm2 = 4 x 10″2 m2
g   = 10 m/s2 Ditanyakan: p =….?
p = f/a =m.g/A
= 2500×10 0,04
= 625.000 N/m2

Tekanan seluruh ban adalah 625.000 N/m2 atau 625.000 Pa. Dengan demikian, tekanan untuk setiap ban adalah: I/8 x p = 1/8 x 625000 = 78.125 Pa.


Tekanan pada Zat Cair

Tekanan pada zat cair sering disebut juga dengan tekanan hidrostatis. Tekanan hidrostatis ini tergantung pada suatu tingkatan kedalaman dan berat jenis pada zat cair. Tekanan pada zat cair mengarah ke segala arah. Rumus tekanan hidrostatis sebagai berikut.
Ph = p.g.h
dengan:
ph = tekanan hidrostatis zat cair (N/m2)
p = massa jenis (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = kedalaman dari permukaan (m)

Contoh Soal
Seorang anak menyelam di kedalaman 100 m di bawah permukaan air. Jika massa jenis air adalah 1.000 kg/m3 dan percepatan gravitasi adalah 9,8 m/s2 maka berapakah tekanan hidrostatis yang dialami anak tersebut? Penyelesaian:
Diketahui:      h    = 100 m
p    = 1000 k g/m3
g    = 9,8 m/s2
Ditanyakan:          ph -….?
Jawab:   ph = p . g . h
= 1000 . 9,8 . 100
= 9,8 x 105 N/m2



Tekanan pada Zat Gas

Gas-gas yang ada di dalam ruangan yang tertutup akan mengeluarkan udar dan  menekan ke segala arah dengan sama besar. Tekanan gas pada ruang tertutup bisa diukur dengan menggunakan 2 alat yang berbeda yang masing-masing namanya seperti  manometer terbuka dan manometer tertutup. Tekanan gas dalam ruang terbuka dapat diukur dengan menggunakan barometer.
Manomemeter terbuka ini terdiri dari tabung pipa kapiler yang bentuknya seperti huruf U yang terhubung dengan tabung gas. Besar tekanan udara yang terbaca pada suatu sisi pipa yang terbuka sama dengan tekanan gas dalam suatu tabung. Perhatikan diagram manometer terbuka berikut ini.

Hukum Pascal

Hukum Pascal adalah hukum yang menerangkan tentang suatu sifat tekanan pada zat cair. Hukum Pascal menyatakan bahwa:
“Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar.”
dengan:
F1 = gaya pada penampang A1(N)
F2 = gaya pada penampang A2(N)
A1= luas penampang 1 (m2)
A2 = luas penampang 2 (m2)
Peralatan yang menggunakan prinsip hukum Pascal, antara lain seperti rem hidrolik, pompa hidrolik, dan dongkrak hidrolik.

Contoh Soal
Sebuah beban akan diangkat dengan menggunakan dongkrak hidrolik. Massa beban 64 ton diletakkan di atas penampang A seluas 0,5 m2. Berapakah gaya yang harus diberikan
pada penampang B (luasnya 11/88  kali penampang A) agar beban dapat terangkat?
Penyelesaian:
Diketahui: A1= 0,5 m2
A2= 1/8 A1
g   = 10 m/s2
Fi = w = m . g = 64000 kg x 10 = 640.000 N Ditanyakan: F2 = ….?
Jawab: f1/f2 = f2/A2
640000/A1 = F2/1/8 A1
F2 = 1/8 x 640000 = 80.000 N

Hukum Bejana Berhubungan

Dalam suatu Hukum bejana berhubungan menyatakan bahwa:
“apabila bejana berhubungan diisi dengan zat cair yang sama, maka pada keadaan kesetimbangan permukaan zat cair dalam bejana berada dalam satu bidang datar.” Hukum ini tidak berlaku pada suatu bejana yang berisi kan cairan tak sejenis dan pipa kapiler. Secara matematis, hukum bejana berhubungan dirumuskan sebagai berikut.
P, = P2
P1. g.h1=p2.g.h2
dengan:
p1 = tekanan zat cair 1 (Nnr2)               p2 = massa jenis zat cair 2 (kgnr3)
p2 = tekanan zat cair 2 (Nnr2)                        h1= tinggi permukaan zat cair 1 (m)
P1 = massa jenis zat cair 1 (kgnr3)              h2 = tinggi permukaan zat cair 2 (m)

Contoh Soal
Ke dalam kaki 1 pipa U dimasukkan cairan setinggi 32 cm dan ke dalam kaki 2 dimasukkan raksa dengan massa jenis 13,6 gr/cm3. Ketinggian bidang batas adalah 1,4 cm. Berapakah massa jenis cairan tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui:
32 cm
h2 = 1,4 cm p2 = 13,6 gr/cm3 Ditanyakan: p1 = ….? Jawab:      pt . g . h1 = p2g.h2
p1.10. 32      = 13,6 . 10 .1,4 pl
= 0,595 gr/cm3

Hukum Archimedes

Hukum Archimedes hanya berlaku pada zat yang dinamakan fluida. Zat yang termasuk dalam fluida adalah zat cair dan gas. “Benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya itu sebanding dengan berat zat cair yang dipindahkan.”
Dalam hukum Archimedes  ternyata bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita antara lain sebagai berikut.
1.          Hidrometer, yaitu alat untuk mengukur massa jenis relatif zat cair terhadap air.
2.          Jembatan ponton, yakni jembatan yang menggunakan drum-drum kosong berisi udara.
3.          Kapal laut dan kapal seiam.
4.          Galangan kapal, yakni alat untuk mengangkat kapal laut ke permukaan air.
5.          Balon udara.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenapa Persepsi Semua Orang Tentang Alam Semesta Bisa Sama?


Seperti dibahas pada warta yang lalu berjudul “Apakah Alam Semesta dan Kita Benar-benar Ada?” bahwa keberadaan alam semesta ini beserta kita di dalamnya adalah hasil persepsi kita atas informasi dari alat sensor di tubuh yang bernama panca indra. Bentuk alam semesta ini sebenarnya tidak pernah diketahui oleh kita, karena pengetahuan kita akan bentuk alam semesta sebatas hasil pengindraan tadi.
Tetapi ada yang aneh dengan persepsi manusia terhadap bentuk dan kejadian di alam ini, yakni persepsi semua orang relatif sama. Sebagai contoh dalam kejadian sehari-hari, beberapa orang sedang menyaksikan sebuah acara televisi yang menayangkan seorang artis penyanyi. Semua penonton bersepakat bahwa nama artis tersebut adalah si anu, berjenis kelamin wanita, pakaian yang dikenakannya berwarna merah bergaris-garis, suaranya serak dan wajahnya cantik. Kalaupun ada perbedaan pendapat biasanya hanya sebatas kualitasnya, seperti warna merah bajunya terlalu tua dan yang lain bilang merahnya agak gelap, atau kecantikan tidak sempurna karena bibirnya terlalu lebar dan sebagainya – ini bisa terjadi karena kemampuan alat pengindraan dan cara pandang yang berbeda. Tetapi pada prinsipnya semua sepakat dalam beberapa hal seperti telah disebutkan sebelumnya.
Satu lagi contoh mengenai kejadian di alam. Semua orang relatif sama persepsinya bahwa langit mendung akan turun hujan. Apabila hujan turun maka tanah dan lain-lain akan basah terkena air. Kemudian air akan menyuburkan tanaman – pohon mangga misalnya, lalu pohon tersebut akan tumbuh baik, berbunga dan berbuah. Dan semua orang ternyata sepakat tentang rasa buah mangga apakah asam atau manis.
Kedua cerita di atas menimbulkan pertanyaan: kenapa persepsi semua orang bisa relatif sama terhadap wujud benda dan kejadian di alam semesta ini? Apakah yang menjadi penyebab persepsi itu bisa sama? Apakah kesamaan persepsi itu kebetulan belaka?

Tidak ada kebetulan, yang ada adalah ketetapan
Kita semua pasti sudah mengetahui tentang hukum alam (natural law) sebuah istilah lain yang digunakan sarjana-sarjana Barat untuk istilah hukum Allah (sunatullah) yang digunakan para ilmuwan Islam. Hukum inilah yang dijadikan dasar dalam penciptaan dan pengelolaan alam semesta.
Menurut keyakinan sebagian ilmuwan fisika, keberadaan hukum alam bersamaan dengan kejadian awal terciptanya alam semesta pada waktu ledakan besar pertama (teori Big Bang). Jadi sebelum ada alam semesta, hukum-hukum itu belum ada.
Tetapi saya berpandangan hukum-hukum itu ditetapkan oleh Tuhan sebelum alam semesta diciptakan. Logika sederhanya adalah pembuat kue tidak akan membuat kue sebelum menetapkan takaran bahan-bahan kue di dalam sebuah resep masakan. Jadi hukum alam itu sudah ditetapkan kemudian dijadikan dasar penciptaan dan proses kejadian alam semesta selanjutnya.

Dua faktor penyebab persepsi manusia yang sama terhadap alam semesta
Ada dua kemungkinan faktor penyebab yang membuat persepsi semua orang sama terhadap keberadaan dan bentuk alam semesta, yakni:

1. Faktor pengetahuan tentang hukum alam

Seperti telah disebutkan di atas bahwa hukum alam itu diciptakan sebelum penciptaan alam semesta. Hukum-hukum alam tersebut dijadikan dasar penciptaan dan juga proses kejadian alam selanjutnya. Diibaratkan alam semesta ini adalah sebuah komputer raksasa, maka hukum-hukum alam tadi sudah diinstal ke dalam alam semesta. Software hukum alam tadi akan memproses kejadian-kejadian di alam semesta sehingga semua proses kejadian selalu mematuhi ketentuan hukum-hukum tadi.
Demikian juga halnya dengan penciptaan manusia. Karena tubuh manusia juga diciptakan sesuai dengan hukum alam – dan manusia memang bagian dari alam semesta – maka hukum alam tadi juga diinstalkan ke tubuh manusia. Tempat yang mungkin untuk itu adalah otak. Jadi sesungguhnya manusia sudah memiliki pengetahuan tentang hukum alam secara lengkap dan sempurna di dalam otaknya.
Keterangan di atas bisa menjelaskan bagaimana proses belajar bisa terjadi, apakah dengan membaca buku, menerima penjelasan orang lain, melihat kejadian alam atau menerima ilham. Membaca buku, menerima penjelasan orang lain dan melihat kejadian alam yang dilakukan seseorang untuk memperoleh ilmu pengetahuan adalah proses membandingkan apa yang dilihat di luar dirinya dengan hukum alam yang sudah diinstal di otak tadi. Mengerti dan memahami suatu pengetahuan adalah hasil akhir dari pencocokan realita yang dilihat dengan informasi hukum alam di otak. Jadi pengetahuan bukan datang dari luar masuk ke dalam otak, tapi sudah ada di dalam tapi belum dicocokkan dengan realita. Sedangkan pengetahuan yang diperoleh melalui ilham – tanpa melalui proses belajar – hukum-hukum yang telah diinstal di otak tadi akan muncul ke bagian otak yang memberikan gambaran dan memunculkan persepsi tanpa perbandingan dengan realita.
Begitu juga dengan proses mempersepsi wujud benda di alam semesta. Pada cerita para penonton televisi di atas, hukum-hukum alam di otak mereka masing-masing mengenai spektrum warna (untuk wana baju), struktur dan bangun tubuh (untuk pengenalan pribadi, jenis kelamin, kecantikan dan jenis suara) adalah sama. Karena alat indrawi mereka juga sama, maka hasil persepsi mereka terhadap objek yang sama menjadi sama. Sedikit perbedaan persepsi mungkin terjadi disebabkan ada faktor lain seperti buta warna, mata rabun, menggunakan kaca mata berwarna, sedang mabuk minuman keras dan lain sebagainya, sehingga fungsi alat indra, kelancaran proses menghantarkan sinyal-sinyal listrik di syaraf ke otak dan proses pengolahan informasi di otak bisa terganggu.

2. Faktor pengetahuan tentang kejadian alam semesta

Ada perbedaan pandangan yang sangat prinsip di kalangan ilmuwan mengenai kejadian alam semesta. Kelompok penganut faham materialisme berpandangan bahwa alam semesta statis dan berdiri sendiri. Sedangkan kelompok penganut faham kreasion meyakini alam semesta diciptakan, berawal dan berakhir. Walaupun mereka tidak mengetahui siapa yang menciptakan, bagaimana keadaan sebelum penciptaan dan apa yang terjadi sesudah kehancuran alam semesta.
Tapi kita tidak akan membahas perbedaan kedua pandangan tersebut. Kita akan membahas pandangan kaum spiritualis dan agamis – terutama kalangan sufisme – yang berpendapat bahwa kejadian penciptaan alam semesta ini sudah selesai. Mereka berkeyakinan bahwa dari kejadian awal hingga kehancuran alam semesta ini, termasuk juga dimensi akhirat sebagai alam lain setelah dunia menurut keyakinan spiritualis dan agamis, sudah selesai. Jadi menurut keyakinan mereka manusia dan seluruh isi alam sedang menjalani kehidupan yang sebetulnya sudah selesai dalam pengetahuan Tuhan.
Informasi kejadian alam semesta dari awal hingga selesai itulah yang diinstal ke otak kita. Namun tidak mudah menggalinya, karena bukan pengetahuan siap pakai.  Informasi itu hanya sebagai alat untuk mencocokkan persepsi kita terhadap alam.
Kemajuan sains di masa sekarang sedang mengembangkan sebuah teknologi bernama virtual reality. Teknologi ini berupa sebuah alat yang bisa memberikan gambaran kejadian berupa program komputer melalui kejutan-kejutan listrik ke otak. Game komputer yang menggunakan teknologi virtual reality akan membuat si pemain seperti berada di dalam dunia nyata, bisa merasakan sakitnya pukulan bahkan bisa berdarah dan mati.
Sehubungan dengan teknologi virtual reality tersebut ada sebuah pendapat ekstrim yang mengatakan bahwa hidup kita di dunia ini adalah sebuah program virtual reality milik Tuhan yang sudah diinstalkan ke otak kita. Jadi kita sedang hidup di dalam dunia maya yang kita anggap sebagai sebuah dunia nyata!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENILAIAN


PENILAIAN
Standar Kompetensi
2. memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan
Kompetensi Dasar
2.2. mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau

KOGNITIF
No
Indikator
Pertanyaan
Jawaban
N
I
L
A
I




1
2
3
4
5
1
Siswa dapat mendiskripsikan bagian daun yg berperan dalam proses fotosintesis

Apa yang dimaksud dengan fotosintesis dan dimana proses terjadinya fotosintesis?
Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Foto sintesis terjadi pada daun, di mesofil.





2
Siswa dapat melakukan percobaan uji amilum pada daun
Setelah ditetesi lughol warna apa yang timbul pada bagian daun yang tidak terkena cahaya matahari? Membuktikan apakah hal tersebut?
Coklat terang. Menunjukkan bahwa daun tersebut tidak memproses bahan makanan.






Keterangan :
Skor 5 : Jawaban Benar
Skor 4 : Jawaban Benar tetapi kurang rinci
Skor 3 : Jawaban mendekati benar
Skor 2 : jawaban salah
Skor 1 : Jawaban salah / menulis kembali pertanyaan.

PSIKOMOTORIK
Nama :
Kelas / Smt :
No. Absensi :
NO
KRITERIA YANG DINILAI
SUDAH MENGUASAI
BELUM MENGUASAI
1
2
3
4
5
Memilih alat dan bahan secara tepat
Merangkai alat percobaan alat secara benar
Mengumpulkan data secara objektif
Memperhatikan keselamatan kerja
Merumuskan kesimpulan berdasarkan data



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RPP IPA FOTOSINTESIS KLS VIII/II . PLPG UM 2012


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah            : MTs NURUL HUDA PULE-TRENGGALEK
Mapel              : IPA
Kelas / Smt      : VIII / II
Alokasi Waktu : 1 X 40 Menit

STANDAR KOMPETENSI
2. Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan
KOMPETENSI DASAR
2.2. Medeskripsikan sistem dalam kehidupan tumbuhan
A.      INDIKATOR
Ƙ  Mendiskripsikian bagian daun yang berperan dalam proses foto sintesis
Ƙ  Melakukan uji coba amilum pada daun

B.      TUJUAN PEMBELAJARAN
Ƙ  Siswa dapat menjelaskan bagian daun yang berperan dalam proses fotosintesis melalui informasi dari media Audio Visual ( Power Point )
Ƙ  Siswa dapat mendeteksi Amilum ( Zat Makan ) pada tumbuhan melalui praktikum uji amilum

C.      MATERI PEMBELAJARAN
Ƙ  Proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau

D.     METODE PEMBELAJARAN
Ƙ  Metode                            : Diskusi, Informasi, Eksperimen
Ƙ  Model Pembelajaran       : Student Teams Achivement Division ( STAD )

E.      LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN
a.      Kegiatan Awal
Ƙ  Berdoa
Ƙ  Menertibkan dan memeriksa kerapian siswa
Ƙ  Bertanya kepada siswa “ apa yang kalian ketahui dengan daun? “
Ƙ  Menjelaskan media yang digunakan untuk melihat apa yang dihasilkan dari fotosintesis.

b.      Kegiatan Inti
1)   Eksplorasi
Ƙ  Siswa mendeskripsikan bagian daun yang berperan dalam proses fotosintesis
Ƙ  Siswa menjelaskan apa yang dihasilkan dari proses fotosintesis
2)   Elaborasi
Ƙ  Siswa melakukan percobaan / praktikum uji amilum pada daun dengan petunjuk guru.
Ƙ  Siswa membuat laporan hasil praktikum

3)   Konfirmasi
Ƙ  Guru memberikan jawaban tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Ƙ  Guru sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa

c.       Kegiatan Penutup
Ƙ  Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman dari hasil percobaan, baik secara lisan maupun tulisan.

F.       MEDIA PEMBELAJARAN
Ƙ  Alat dan bahan (terlampir)

G.     SUMBER PEMBELAJARAN
Ƙ  (terlampir)

H.     PENILAIAN
Ƙ  (terlampir)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

INOVASI PEMBELARAN SAINS (IPA)


BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan pilar utama untuk meniti masa depan. Pendidikan sebagai upaya untuk membangun sumberdaya manusia memerlukan wawasan yang sangat luas, karena pendidikan menyangkut aspek kehidupan manusia, baik dalam pemikiran maupun dalam pengalamannya. Pengkajian pendidikan tidak cukup hanya dengan hasil suatu penelitian secara ilmiah, namun dibutuhkan pengkajian yang lainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengkajian ilmiah merupakan suatu keharusan karena akan mengungkapkan fakta-fakta yang berkaitan dengan pengalaman manusia yang berkaitan dengan pendidikan.
Pendidikan adalah hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.  Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. [1] pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat., untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang. Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal, non formal, dan informal di sekolah yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi.
Pelaksanaan pendidikan di indonesia pada dasarnya telah dikembangkan sedemikian rupa dengan menganut dan mengembangkan azaz demokrasi dalam pendidikan. Pelaksanaannya telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku di indonesia yakni, pasal 31 UUD 1945; (ayat 1 dan 2 ) , UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 tentang  wajib belajar ; (ayat 1 dan 3 ) ,UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 tentang  pendidik dan tenaga kependidikan pasal 39 ayat 2 serta pasal 40 ayat 2/c. [2]
Komponen-komponen utama proses pendidikan adalah belajar, berfikir, mengingat, dan pengetahuan. Empat istilah ini tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan. Membahas masalah pendidikan, tidak lepas dari satu hal yaitu belajar. Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu.
Belajar  adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan. Belajar adalah perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk ketrampilan sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan.
Salah satu dari komponen pendidikan adalah mengajar. Disini makna dari mengajar  mencakup definisi yang luas, maka saya membuat kesimpulan bahwa mengajar adalah memasuki dunia siswa untuk mengubah persepsi  dan perilaku mereka.  Mengutip dari pernyataan Sarah Singer dalam bukunya Bobbi DePorter “ keyakinan guru akan potensi manusia dan kemampuan semua anak untuk belajar dan berprestasi merupakan suatu hal yang penting diperhatikan. Aspek-aspek teladan mental guru berdampak besar terhadap iklim belajar dan pemikiran pelajar yang diciptakan guru. Guru harus memahami bahwa perasaan dan sikap siswa akan terlibat dan berpengaruh pada proses belajarnya”  menurut Sarah Singer siswa menangkap pandangan anda lebih cepat dan akurat daripada mereka menangkap apa yang anda ajarkan.
Jalinan rasa simpati dan saling pengertian dapat menarik keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Jalinan ini akan membangun jembatan menuju kehidupan siswa yang bergairah, membuka pintu kesuksesan mereka, dan mengetahui minat-minat mereka. Jalinan rasa simpati kita kepada mereka memudahkan kita menagtur mereka dan meningkatkan kegembiraan.
Salah satu komponen pendidikan yang keberadaannya sangat krusial yaitu strategi pembelajaran. Ada beberapa strategi yang pernah diterapkan dalam pembelajaran sains yakni Direct Instruction, Discusión, Group Work ,Co-operative Learning , Problem Solving , Student Research, Performance Activities dan masih banyak lainnya.
Disini penulis mencoba untuk berbagi pengalaman memberi inovasi pembelajaran kepada anak didik dengan menekankan Teori Multiple Intelegensi. Berikut teori yang dikemukakan oleh Dr. Howard Gardner :
“ Linguistic and verbal intelligence: good with words, Logical intelligence: good with math and logic, Spatial intelligence: good with pictures, Body/movement intelligence: good with activities, Musical intelligence: good with rhythm, Interpersonal intelligence: good with communication, Intrapersonal intelligence: good with analyzing things, Naturalist intelligence: good with understanding natural world “.
Karya Tulis   ini  akan  membahas mengenai Inovasi Pembelajaran Sains ( IPA ) Dengan Menggunakan Teori Multiple Intelegensi  yang akan dipaparkan pada pembahasan Bab II, semoga Karya Tulis ini dapat memberikan pemahaman yang lebih lanjut bagi kita tentang Multiple Intelligences dalam mengembangkan inovasi pembelajaran.



BAB II
PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN MULTIPLE INTELEGENSI
Berawal dari sebuah pernyataan Dr. Howard Gardner
I want my children to understand the world, but not just because the world is fascinating and the human mind is curious. I want them to understand it so that they will be positioned to make it a better place. Knowledge is not the same as morality, but we need to understand if we are to avoid past mistakes and move in productive directions. An important part of that understanding is knowing who we are and what we can do... Ultimately, we must synthesize our understandings for ourselves. The performance of understanding that try matters are the ones we carry out as human beings in an imperfect world which we can affect for good or for ill. (Howard Gardner 1999: 180-181)
Inti dari pernyataan tersebut adalah bahwa beliau menginginkan anak-anaknya bisa memahami  dunia sehingga dunia akan memberikan tempat terbaiknya.
Kecerdasan (intelegensi) adalah kemampuan untuk melakukan abstraksi, serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru. Kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif yang dimiliki seseorang disebut dengan kecerdasan. Howard Garder mendefinisikan kecerdasan sebagai :
1.         Kemampuan memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan nyata.
  1. Kemampuan melahirkan masalah baru untuk dipecahkan.
  2. Kemampuan menyiapkan atau menawarkan suatu layanan yang bermakna dalam kehidupan kultur tertentu.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan semuanya sama dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki orang lain, karena kemampuan banyak jenisnya (beranekaragam), dan keanekaragaman dari kemampuan-kemampuan itu disebut dengan kecerdasan majemuk (multiple intelegens).
Pada dasarnya setiap kurikulum menitik beratkan pada pencapaian suatu kompetensi tertentu peserta didik. Pendekatan Multiple Intelligence pun memandang bahwa seseorang/manusia memiliki beberapa potensi kecerdasan. Salah satu dari kecerdasan setiap peserta didik itulah yang harus dikembangkan, sehingga pada akhirnya menjadi suatu kompetensi yang sangat dominan dikuasainya.

B.       MACAM – MACAM MULTIPLE INTELEGENSI
Multiple Intelegensi adalah Kecerdasan majemuk, yang merupakan keanekaragaman kemampuan yang menyangkut beberapa bidang. Kecerdasan tersebut merupakan modalitas untuk melejitkan kemampuan setiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara, karena pada dasarnya setiap anak cerdas.
Teori Multiple Intelligence ini dikembangkan oleh Gardner, dengan mendeskripsikan delapan  kecerdasan manusia atau pada umumnya disebut sebagai kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh semua anak didik, yang mana kedelapan kecerdasan itu bisa dikembangkan dalam inovasi pembelajaran sains.
  1. Linguistic Intelligence ("word smart")
( Kecerdasan Linguistik ) kemampuan untuk berpikir dalam bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks. umumnya memiliki ciri antara lain (a) suka menulis kreatif, (b) suka mengarang kisah khayal atau menceritakan lelucon, (c) sangat hafal nama, tempat, tanggal atau hal-hal kecil, (d) membaca di waktu senggang, (e) mengeja kata dengan tepat dan mudah, (f) suka mengisi teka-teki silang, (f) menikmati dengan cara mendengarkan, (g) unggul dalam mata pelajaran bahasa (membaca, menulis dan berkomunikasi).
  1. Logical-Mathematical Intelligence ("number/reasoning smart")
(Kecerdasan Logika-Matematika) merupakan kemampuan dalam menghitung, mengukur, dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis, serta menyelesaikan operasi-operasi matematis. Pada umumnya anak-anak yang memiliki kecerdasan ini mempunyai kegemaran, yakni: (a) menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar kepala, (b) suka mengajukan pertanyaan yang sifatnya analisis, misalnya mengapa hujan turun?, (c) ahli dalam permainan catur, halma dsb, (d) mampu menjelaskan masalah secara logis, (d) suka merancang eksperimen untuk membuktikan sesuatu, (e) menghabiskan waktu dengan permainan logika seperti teka-teki, berprestasi dalam Matematika dan IPA.
  1. Musical Intelligence ("music smart")
( Kecerdasan Musik ) jelas terlihat pada seseorang yang memiliki sensitivitas pada pola titinada, melodi, ritme, dan nada. Misalnya pada seorang komposer, konduktor, musisi, kritikus, dan pembuat alat musik juga pendengar yang sensitif. Ciri-ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ini adalah (a) suka memainkan alat musik di rumah atau di sekolah, (b) mudah mengingat melodi suatu lagu, (c) lebih bisa belajar dengan iringan musik, (d) bernyanyi atau bersenandung untuk diri sendiri atau orang lain, (e) mudah mengikuti irama musik, (f) mempunyai suara bagus untuk bernyanyi, (g) berprestasi bagus dalam mata pelajaran musik.
  1. Spatial Intelligence ("picture smart")
( Kecerdasan Spasial ) membangkitkan kapasitas untuk berpikir dalam tiga cara dimensi seperti yang dapat dilakukan oleh pelaut, pilot, pemahat, pelukis, dan arsitek. Kecerdasan ini memungkinkan seseorang untuk merasakan bayangan eksternal dan internal, melukiskan kembali, merubah, atau memodifikasi bayangan, dan menghasilkan atau menguraikan informasi grafik. Anak didik yang mempunyai kemampuan ini cenderung akan (a) memberikan gambaran visual yang jelas ketika menjelaskan sesuatu, (b) mudah membaca peta atau diagram, (c) menggambar sosok orang atau benda persis aslinya, (d) senang melihat film, slide, foto, atau karya seni lainnya, (e)
sangat menikmati kegiatan visual, seperti teka-teki atau sejenisnya, (f) suka melamun dan berfantasi, (g) mencoret-coret di atas kertas atau buku tugas sekolah, (h) lebih memahamai informasi lewat gambar daripada kata-kata atau uraian, (i) menonjol dalam mata pelajaran seni.
  1. Bodily-Kinesthetic Intelligence ("body smart")
( Kecerdasan Kinestik-Tubuh ) memungkinkan seseorang untuk menggerakan objek dan keterampilan-keterampilan fisik yang halus. Misalnya kelihatan pada diri atlet, penari, ahli bedah, dan seniman yang mempunyai keterampilan teknik. Anak-anak kita yang mempunyai kecerdasan ini (a) banyak bergerak ketika duduk atau mendengarkan sesuatu, (b) aktif dalam kegiatan fisik seperti berenang, bersepeda, hiking atau skateboard, (c) perlu menyentuh sesuatu yang sedang dipelajarinya, (d) menikmati kegiatan melompat, lari, gulat atau kegiatan fisik lainnya, (e) memperlihatkan keterampilan dalam bidang kerajinan tangan seperti mengukir, menjahit, memahat, (f) pandai menirukan gerakan, kebiasaan atau prilaku orang lain, (g) bereaksi secara fisik terhadap jawaban masalah yang dihadapinya, (h) suka membongkar berbagai benda kemudian menyusunnya lagi, (i) berprestasi dalam mata pelajaran olahraga dan yang bersifat kompetitif.
  1. Interpersonal Intelligence ("people smart")
( Kecerdasan Interpersonal ) merupakan kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Hal ini terlihat pada guru, pekerja sosial, artis, atau politisi yang sukses. Tetapi kecerdasan ini pun juga dimiliki oleh anak didik kita, yakni (a) mempunyai banyak teman, (b) suka bersosialisasi di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya, (c) banyak terlibat dalam kegiatan kelompok di luar jam sekolah, (d) berperan sebagai penengah ketika terjadi konflik antartemannya,
(e) berempati besar terhadap perasaan atau penderitaan orang lain, (f) sangat menikmati pekerjaan mengajari orang lain, (g) berbakat menjadi pemimpin dan berperestasi dalam mata pelajaran ilmu sosial.


  1. Intrapersonal Intelligence ("self smart")
( Kecerdasan Intrapersonal ) merupakan kemampuan untuk membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuan semacam itu dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang. Misalnya terlihat pada ahli ilmu agama, ahli psikologi, dan ahli filsafat. Anak yang memiliki kecerdasan ini akan terlihat, antara lain (a) memperlihatkan sikap independen dan kemauan kuat, (b) bekerja atau belajar dengan baik seorang diri, (c) memiliki rasa percaya diri yang tinggi, (d) banyak belajar dari kesalahan masa lalu, (e) berpikir fokus dan terarah pada pencapaian tujuan, (f) banyak terlibat dalam hobi atau proyek yang dikerjakan sendiri.
  1. Naturalist Intelligence ("nature smart")
( Kecerdasan Naturalis ) anak-anak yang mepunyai kecerdasan ini memiliki ciri antara lain: (a) suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan, (b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka, (c) suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang, (d) menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan alam, (e) suka membawa pulang serangga, daun bunga atau benda alam lainnya, (f) berprestasi dalam mata pelajaran IPA, Biologi, dan lingkungan hidup.



[1] Maunah Binti, Landasan Pendidikan, ( Yogyakarta: Teras, 2009), 1.
[2] UU Sisdiknas, ( Bandung: Fokusmedia,2009), 18 dan 21.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pages